Kamis, 23 Oktober 2014

  • MELIHAT HATI DENGAN HIKMAH
Kita mungkin telah tahu apa yang terjadi disekeliling kita, mungkin ada yang menyenangkan, menyedihkan atau mungkin takjub dengan apa yang telah kita lihat.Kejadian demi kejadian dapat kita ambil sebuah kesimpulan sebuah pertanyaan , apakh arti ini semua? kenapa kok bisa terjadi ? Hal inilah yang mungkin menimbulkan tanda tanya  dalam hati. Bila kita cermati dengan hati yang tenang , jernih tanpa dibarengi dengan hawa nafsu maka apa yang telah kita lakukan itulah yang kita tanam dan kita petik hasilnya.
Kadang juga kita bertanya , kenapa saya sering terkena musibah, ujian dan cobaan? padahal saya selalu beramal baik, kepada keluarga, kepada tetangga, kepada teman, saya selalu menolong mereka bila mereka dalam keadaan membutuhkan pertolongan. Saya tidak pernah meninggalkan rukun Islam ataupun memakan sesuatu yang subuhat apa lagi yang haram, kenapa derita selalu menimpa?
Kalau yang kita lihat hanya yang tampak oleh mata saja, mungkin kita akan berontak terhadap apa yang terjadi. Mencobalah kita renungkan apa yang kita lakukan baik itu dalam perkataan, perbuatan maupun kata dalam hati. Mungkin dari situ kita  ada kekhilafan dalam kata yang merupakan sebagai doa.Seperti apa yang telah dilakukan oleh nabi Ibrahim sebelum mempunyai anak, beliau sering bersedekah dan berkurban dengan besarnya , sampai-sampai para malaikatpun kagum, dalam kesempatan itulah nabi Ibrahin tanpa disadari berkata :" Jangan kan berkurban berupa hewan , anakpun akan aku korbankan bila Allah yang meminta": Nabi Ibrahim berkata demikian karena ia belum mempunyai anak dan terlena oleh pujian manusia dan malaikat. Dari situlah Allah menguji dan mencoba apa yang yang pernah nabi Ibrahim katakan dengan peristiwa idul adha.
Kesimpulan yang dapat kita ambil hikmahnya adalah apapun yang terjadi pada diri kita itu adalah buah dari apa yang telah kita lakukan , hal inipun telah dijelaskan dalam Al-Qur'an maupun dalam hadits. Semoga kita
dijadikan oleh Allah selalu ingat dan hati-hati dalam bertindak baik dalam amal perbuatan, perkataan, dan hati serta dalam lindungan dan kasih sayangnya selalu. Amiin.!

Selasa, 21 Oktober 2014

HATI KUNCI PEMEGANG HIKMAH

HATI KUNCI PEMEGANG HIKMAH

Hati kita seakan berkata,  kenapa tindakan kita selalu berlawanan dengan kebenaran dalam hati kita ? Mencoba kita kembali pada kalam Ilahi tentang apa yang membuat kita begitu terpesona dengan apa yang telah kita lakukan . Apa yang kita cari dan untuk apa kita cari? Kalau kita periksa apa yang kita lakukan hal semacam ini , kita akan tahu , kita sebenarnya dapat terjebak dalam lautan ilusi, ilusi yang tiada henti akan menjerumuskan kita kedalam jurang kenistaan.
Maka dari itu kita mencobalah merubah tatanan dalam hati kita mulai dari niat kita untuk selalu mencari ridlo dari Allah SWT. Lebih - lebih bila kita telah berkeluarga, kita akan dituntut dalam segala hal mulai dari mengayomi, menyayangi, menafkahi, mendidik, memberi contoh, dan bertanggung jawab akan segala hal yang terjadi dalam rumah tangga. Dalam hal ini saya akan membeberkan  sedikit tips dari suri tauladan agung nabi Muhammad SAW, Beliau pernah bersabda yang artinya : Apabila Allah menghendaki keluarga itu dalam kebaikan maka dijadikanlah keluarga itu: paham dalam agama, hormat pada yang tua dan sayang pada yang muda, saling memaafkan pada suami atau isteri, terbuka dalam urusan nafkah, serta saling mengisi kekurangan pada keduanya". Mungkin ini sedikit tips yang dapat kita jadikan pegangan dalam kehidupan berumah tangga. Semoga kita semua dijadikan oleh Allah SWT.  keluarga dalam kebaikan dan lindungan Nya. Amin ya robbal 'alamiin. SALAM !!!