Hidup di dunia ini sebenarnya nikmat dan indah yang diberikan pada kita sebagai hambah. Mungkin kita akan melihat banyak kejadian diluar kita yang penuh dengan hiruk pikuknya kehidupan ini, mulai dari yang penuh kemewahan, sampai yang kekurangan, ataupun enak dan tidak enaknya nasip pada diri setiap insan atau hambah.
Allah SWT telah memberikan semua kesempurnaan pada diri kita berupa kelengkapan dan fungsinya, apakah kita mau berjalan pada aturan yang telah digariskan pada kita atau malah sebaliknya kita membangkang pada aturan yang telah dibuat dan ditentukan oleh Allah SWT. Karena Allah telah menjanjikan kepada hambanya bahwa barang siapa yang taat pada Allah SWT maka akan dilapangkan rizkinya dan diberikan jalan keluar dari setiap masalah dengan jalan yang tidak disanka-sangka.
Hukum dan tatanan yang diturunkan oleh Allah sebenarnya untuk kemaslahatan hambanya agar tidak terperosok dalam kesengsaraan dan kenistaan, agar tercipta kedamaian dalam hati yang merupakan sebagai jalur bertenggernya petunjuk keimanan dan sebagai kaca benggala dan inspirasi apakah rohani kita dalam keadaan sehat atau sakit.
Dimasa saat ini banyak terjadi kenyataan suatu anggapan bahwa hidup kita damai dan tenang serta penuh kesenangan apabila kita hidup dengan kesuksesan baik dalam bidang dagang, pendidikan, iptekl, pertanian, kedudukan ( jabatan ) maupun dalam karir lainnya.
Kalau itu yang menjadi rujukan atau acuan maka tak ubahnya kita akan diperbudak oleh ambisi dan pikiran yang tidak didasarkan pada hati yang berakan pada keimanan. Itu berarti rohani kita ada yang sakit perlu diobati dan dipupuk akan keimanan. Karena yang dapat mengobati rohani kita adalah diri kita sendiri dengan jalan mengingat Allah SWT ( dzikrullah ) baik dalam keadaan kita berbaring, duduk, berdiri, maupun berjalan.
Mungkin banyak yang berpikiran kalau hanya berdzikir saja apa bisa menjadi solusi dari keterpurukan yang menimpah seorang hambah untuk hati menjadi tenang. Dalam Al-Qur'an kita dalam menjalani hidup agar ada ketenangan adalah mengingat apa yang ada dalam Al-Qur'an untuk menyusuri solusi dan perilaku dalam hati tanpa ada keraguan, karena keraguan merupakan pekerjaan syaitan untuk tidak mempunyai kemantapan dan keyakinan. WASALAM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar